Alkena
Sifat fisik
Plastik merupakan barang yang sangat
dibutuhkan, Ini disebabkan plastik harganya murah, indah warnanya, tidak
mudah rusak, dan ringan. Bahan-bahan pembuat plastik merupakan senyawa
kimia yang termasuk golongan alkena. Alkena termasuk senyawa tak jenuh
karena mengandung ikatan rangkap 2. Alkena bersifat tidak larut dalam air, dan
titik didih bertambah tinggi berbanding lurus dengan atom C. tiga senyawa
alkena dengan rantai terpendek berwujud gas. Rumus umum alkena : CnH2n
Contoh Alkena : C2H4 = etena.
Nama alkena sesuai dengan nama alkana dengan menggantikan akhiran –ana menjadi –ena. Alkena juga di kenal sebagai olefin.
Sifat fisik
Ciri-ciri fisik alkena tidak berbeda
jauh dengan alkana. Perbandingan utama di antara
keduanya adalah alkena mempunyai tingkat keasaman yang jauh lebih tinggi
dibandingkan alkana. Wujud zat dari alkena tergantung dari massa molekulnya. 3 alkena yang paling sederhana: etena, propena, dan butena berbentuk gas. Alkena linear yang
memiliki 5 sampai 16 atom karbon berwujud cair, dan alkena yang memiliki atom
karbon lebih dari 15 berwujud padat.
a. Alkena adalah senyawa polar
b. Gaya tarik antar molekul adalah gaya dispersi
c. Alkena dengan 2-4 atom karbon
berwujud gas pada temperatur kamar
d. Alkena dengan lebih 4 atom karbon berwujud cair pada
temperatur kamar
e. Alkena tidak larut dalam air,akan
tetapi larut dalam alkena lain,pelarut non polar dan etanol
Sifat kimia
Alkena lebih
reaktif dibandingkan alkana, karena memiliki ikatan rangkap dua C=C.
Reaksi yang
terjadi pada alkena :
a) Reaksi Adisi (penambahan atau penjenuhan)
Reaksi adisi, yaitu pengubahan ikatan rangkap menjadi ikatan
tunggal dengan cara mengikat atom lain.
Zat-zat yang dapat mengadisi alkena adalah:
(1) Gas hidrogen (H2)
CH2 = CH2+ H2
etana
CH3– CH3
etena
(2) Halogen (F2, Cl2, Br2, dan I2)
CH2 = CH – CH3 + Br2
Propena
(3) Asam halida (HCl, HBr, HF, dan HI)
Jika alkena menangkap asam halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu
atom H dari asam halida akan terikat pada atom C berikatan rangkap yang telah
memiliki atom H lebih banyak.
b) Reaksi Pembakaran (oksidasi dengan oksigen)
Pembakaran sempurna alkena menghasilkan CO2 dan H2O.
C2H4 + 3 O2 ----> 2 CO2 + 2 H2O
Pembakaran tidak sempurna alkena menghasilkan CO dan H2O.
C2H4 + 2 O2-----> 2 CO + 2 H2O
c) Reaksi Polimerisasi
Reaksi polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul molekul
sederhana (monomer) menjadi molekul besar (polimer).
Contoh:
Polimerisasi etena menjadi polietena
n CH2 = CH2 -> – CH2 – CH2– -> [– CH2 – CH2 –]n
Tata nama alkena
Tata nama alkena menurut IUPAC adalah sebagai berikut:
1. Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkena sesuai jumlah atom C pada rantai induk.
2. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.
3. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai dengan aturan pada tatanama alkana.
4. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk
Tata nama alkena menurut IUPAC adalah sebagai berikut:
1. Tentukan rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang dari ujung satu ke ujung yang lain yang melewati ikatan rangkap, berilah nama alkena sesuai jumlah atom C pada rantai induk.
2. Penomoran dimulai dari ujung rantai induk yang terdekat dengan rangkap.
3. Jika terdapat cabang berilah nama cabang dengan alkil sesuai jumlah atom C cabang tersebut. Jika terdapat lebih dari satu cabang, aturan penamaan sesuai dengan aturan pada tatanama alkana.
4. Urutan penamaan: nomor cabang-nama cabang-nomor rangkap-rantai induk
Isomer alkena
Etena (C2H4) dan propena (C3H6) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur.
Etena (C2H4) dan propena (C3H6) tidak mempunyai isomeri katena hanya ada satu struktur.
Sumber alkena
Alkena berada
dalam jumlah kecil di alam sehingga harus disintesis melalui perengkahan
/eliminasi alkana dari gas alam dan minyak bumi.
Kegunaan alkena dalam kehidupan
Bahan dasar
pada industri plastik, karet sintetik, pipa (PVC = polivinilklorida), dan
Teflon. Khusus etena atau etilena digunakan sebagai bahan pembuat zat-zat kimia
seperti alkohol (etanol), etilena glikol, dan etil eter. Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2),
Untuk memasakkan buah-buahan
Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)
Permasalahannya:
pada sifat fisik alkena dikatakan bahwa Gaya tarik antar molekulnya adalah gaya dispersi.bagaimanakah cara kerja gaya tarik antar molekul tersebut?
Permasalahannya:
pada sifat fisik alkena dikatakan bahwa Gaya tarik antar molekulnya adalah gaya dispersi.bagaimanakah cara kerja gaya tarik antar molekul tersebut?